Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

Save Humanity

Perihal Imam Masjid Al-Aqsa ditembak saat selesai memimpin Shalat Jum'at dan Masjid al-Aqsa yang sempat dibatasi aksesnya dan ditutup oleh Israel
-------
Izinkan saya beropini.
Ini bukan masalah agama apa yang kita anut.
Bukan masalah budaya apa yang mengalir dalam kita.
Bukan masalah tanah siapa yang kita duduki.
Bukan masalah ada berapa Tuhan yang pantas dipercayai di muka bumi ini.

Ini masalah bagaimana diri ini memperlakukan dan mata ini melihat sesosok ciptaan yang tidak ada bedanya dengan kita.
Yang juga diciptakan dan disusun dengan tulang, dilindungi oleh daging dan kulit, dialiri oleh darah, dan membutuhkan oksigen yang bahkan tadinya kau sendiri tidak pernah membayar untuk menghirupnya.

Ini krisis kemanusiaan yang luar biasa.
Tidakkah kita bisa memposisikan diri sebagai seseorang yang ditendang, diinjak, diusir, dan tidak diperbolehkan untuk setidaknya mengucapkan syukur kepada Tuhannya, walaupun orang-orang menghancurkannya?
Kemudian setelah kamu bisa merasakan penderitaannya, kamu baru bisa menaruh empati kepadanya.
Berapa puluh tahun lagi kita butuh untuk setidaknya meminta pertolongan kepada Tuhan, untuk tidak hanya menolong kita disini, tapi menolong mereka disana?

Lawan mereka yang menjatuhkanmu, bukan mereka yang berbeda darimu.
Perlawananmu bisa dilakukan dari berbagai macam sisi.
Pastikan perlawanan ini menghasilkan sesuatu yang membuat keadaan lebih baik.

Jika kau masih merasa tidak bisa melakukan apa-apa kepada mereka, ingatlah, Tuhan selalu bisa melakukan apapun.
Panjatkan doa disetiap langkahmu, seperti sehari-hari kamu melakukannya.
Jangan diam... Buka mata orang-orang yang belum tau tentang peristiwa ini.
Sungguh, kamu belum hidup jika kamu belum berarti sedikit saja di dunia ini.

Comments

Other Posts