Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

Love, Love, and Love

Dari awal kudapati dirimu berjalan di koridor depan kelasku,
tatapan matamu yang membawa begitu banyak arti,
membuatku ingin dekat kepadamu dan membagi apa yang kumiliki.
Kau begitu indah,
senyummu, langkahmu, cara bicaramu...
Bagai penawar lara di kerapuhanku, dan penyejuk hati di bawah teriknya hari.
Kurapikan kemejaku, kusisir rambutku, kupastikan tak ada noda di gigiku,
dan saat itu lah, aku datang kepadamu.
Aku suka kamu.
Aku ingin bersamamu, memilikimu, menjalani hari-hariku bersamamu.

Hari demi hari berlalu,
kuberikan segenap hatiku untuk membahagiakan dirimu.
Tak sedetik pun terlewat untuk aku berusaha selalu ada untuk dirimu.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, tak peduli bagaimana tersayatnya hatiku, asalkan ada lekukan di bibirmu itu.
Waktu dan tenaga tidaklah penting buatku,
kalah atau menang dalam argumen kita sudah menjadi nomor dua dari dulu,
karena yang penting adalah kamu baik-baik saja.
Akan kupastikan tidak ada yang dapat menyakitimu, selama kamu masih ada di sisiku,
karena aku sayang kamu.

Namun,
saat diri ini sudah berani mati demi kamu,
saat pikiranku diracau oleh kehadiranmu,
saat hidupku terpuruk karena ditinggal dirimu,
saat aku terdampar di jalanan yang aku tidak mengerti dimana,
tapi disaat yang sama,
kamu juga satu-satunya yang dapat menata semua kembali rapi seperti sedia kala,
yang bahkan melihatmu saja aku sudah bisa merasakan sesuatu yang hebat dan tidak dapat terdefinisikan,
kemudian diri ini sudah bersedia setengah mati untuk disakiti lagi setelah berjuta-juta kali,
dan bahkan tak bersamamu sudah menjadi hal yang biasa,
disitulah aku belajar mencintaimu.
Dengan sepenuh hatiku,
kukatakan bahwa aku bahagia melihatmu bahagia,
walaupun bahagiamu bukan milikku.
Setelah belajar itu pula aku dapat berkata bahwa:
Aku cinta kamu.
--------------------
Suka, sayang, dan cinta, 3 hal kompleks yang tidak dapat terukir dengan kata-kata. Suka adalah saat dimana kamu tertarik kepada seseorang dan sangat ingin memilikinya, entah atas dasar nafsu atau ketertarikan biasa. Sayang muncul ketika kamu berusaha membahagiakan seseorang, tidak ingin mengecewakannya, dan ingin kehidupan kalian lebih baik dengan bersama-sama. Cinta timbul dimana seseorang rela mengorbankan segalanya demi yang dikasihinya.

Ada banyak orang bilang bahwa manusia hanya sampai ke step "menyayangi". Namun, masih saja ada manusia yang rela mati demi kekasihnya, bukan demi Tuhannya. Padahal satu-satunya cinta di dalam hati kita sudah sepantasnya kita berikan kepada satu-satunya yang memenuhi hidup kita dan yang selalu ada untuk kita, bahkan di kondisi sekacau apapun, Tuhanmu masih bisa mengerti kamu, dibanding teman-teman atau kekasihmu yang kamu pikir setia dan tidak pernah meninggalkanmu.

"Karena pengharapan yang paling menyakitkan adalah berharap kepada makhluk yang paling serupa denganmu."

Xoxo

Comments

Other Posts