Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

Know Your Self-Love Language and Be Happy

Beberapa hari ini, gue sering banget makan makanan ringan alias ngemil. Kalau kata orang ngemil bisa bikin gendut, kata gue sih yang penting gue senang karena darisana gue bisa menghibur diri sendiri dengan cara yang mudah. Selain itu, perut juga kenyang 😆. Siapa yang sependapat?

Ngomongin tentang menghibur diri sendiri, hari ini gue excited banget, karena di postingan kali ini gue akan membahas tentang Self-Love Languages atau Bahasa Cinta untuk diri sendiri, yang mana sangat berhubungan dengan cara kita menghibur sekaligus menyayangi diri kita. Yuk kita ulas bareng-bareng!

Self Love
Photo by Hassan OUAJBIR from Pexels

Apa sih Self-Love Languages itu?

Sebenarnya, Self-Love Languages itu diadaptasi dari bukunya Dr. Gary Chapman yang berjudul The Five Love Languages atau Lima Bahasa Cinta, dimana dikatakan bahwa ada lima jenis bahasa cinta yang umumnya dimiliki oleh setiap manusia. Di dalam bukunya, Dr. Chapman mengatakan bahwa manusia memiliki emosi yang berwujud cinta, dimana mereka senang saat merasakan cinta dan sewajarnya juga bisa mencintai sesuatu. Berarti, manusia sudah memiliki kodrat untuk mencintai dan dicintai. 

Namun, apakah mereka paham dalam mengekspresikan cinta? Apakah mereka juga paham bagaimana cara agar mereka merasa bahwa mereka dicintai?

Nah, cara mempelajarinya adalah lewat The Five Love Languages ini. Manusia dapat belajar tentang bagaimana agar dia merasa dicintai dan juga caranya mencintai pasangan atau temannya. Sesuai dengan namanya, ada lima bahasa cinta yaitu:

  1. Words of Affirmation (Cinta dengan Kata-kata)
  2. Quality Time (Kualitas Waktu Bersama)
  3. Receiving Gifts (Pemberian Hadiah)
  4. Acts of Service (Cinta dari Perlakuannya)
  5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Tapiii... poin dari postingan gue kali ini bukan membahas tentang kelima bahasa cinta ini. Sudah banyaak sekali website yang membahasnya, gue rasa kalian bisa cek disana dan disini. Kali ini, gue akan ngebahas tentang Self-Love Languages-nya.

Emang apa bedanya sama lima bahasa cinta yang barusan disebutin?

Sebenarnya dari bahasa cintanya sama. Self-Love Languages juga punya lima bahasa cinta yang sama kayak yang gue sebutin di atas. Bedanya adalah dari dan kepada siapa bentuk cinta itu dilakukan. 

Love Languages biasanya dilakukan oleh orang lain terhadap kita atau kita terhadap orang lain. Self-Love Languages membahas tentang bahasa cinta yang dilakukan dari kita untuk kita sendiri. Selain mengekspresikan bahasa cinta kepada orang lain, diri kita juga butuh loh disayangin sesuai dengan bahasa cinta kita. 

Disayangin sama siapa? Tentu sama diri kita.
Sekali lagi, dari kita, oleh kita, dan untuk kita sendiri.

Love Language
Photo by Tim Mossholder from Pexels


Gue pernah membahas di postingan gue tentang penerimaan atas diri kita yang sesungguhnya beberapa minggu yang lalu, yang mana ada beberapa cara untuk dapat memiliki belas kasih kepada diri sendiri atau Self Compassion, salah satunya dengan Self-Kindness atau berbaik hati pada diri.

Baca Juga : Do You Accept Yourself for Who You Are?

Berbaik hati pada diri ini dapat diaplikasikan dengan self-love, dimana kita dapat membuat diri kita senang dan merasa dicintai. Penting loh, untuk mengetahui bagaimana cara kita menyenangkan diri sendiri, agar nantinya kita juga dapat berdamai dengan diri kita setelah apa yang sudah kita lalui selama ini.

Selain itu, self-love dapat membantu kita untuk lebih percaya kepada diri kita sendiri. Hal itu dapat terrefleksi dengan perbuatan kita kepada orang lain. Seperti kata pepatah, 'Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain' *ciaatt.

Cara Menentukan Self-Love Languages

Naah, ini pasti bagian yang paling ditunggu-tunggu! 

Sebenarnya, sudah banyak bereda tes-tes online untuk mengetahui bahasa cinta kita. Namun, jarang sekali ada website yang spesifik menyuguhkan tes untuk self-love languages. Salah satu website yang bisa aku rekomendasikan adalah ini. Tapi jangan khawatir, jika kalian masih kurang sreg sama hasilnya, kalian masih bisa eksplor bahasa cinta untuk diri kalian dengan bantuan aktivitas-aktivitas di bawah ini.

1. Words of Affirmation (Cinta dengan Kata-kata)

Ngobrol sama diri sendiri itu nggak aneh kok! Coba deh kalian lakukan beberapa cara dibawah ini jika kalian memiliki bahasa cinta dengan kata-kata:

  • Berbicara yang positif dengan diri sendiri seperti "Aku bisa kok, kan nggak ada yang mustahil" atau "Wah, tadi aku sudah belajar tentang presentasinya, pasti lancar nih"
  • Beri afirmasi kepada diri sendiri, yaitu penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang bersifat positif. Tegaskan bahwa kita kuat, kita berani, kita bisa, dan lain sebagainya
  • Menjurnal! Curahkan semua isi hatimu dengan menuliskannya di catatan harianmu, tapi pastikan untuk tidak menulis hal-hal yang membawa negative vibes ya
  • Sebutkan mantramu! Seperti "Maaf ya diriku, hari ini aku pulang terlalu malam dan kelelahan" atau "Terimakasih kamu sudah kuat melewati ini"

2. Quality Time (Kualitas Waktu Sendiri)

Punya waktu untuk diri sendiri disela-sela kesibukan itu perlu banget. Apalagi kita yang sudah mulai memasuki dunia karir, kadang waktu untuk diri sendiri suka dilupakan karena kepentingan kantor lebih mendesak. Kamu bisa memanfaatkan cuti atau merencanakan waktu luang untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Meditasi, seperti yoga di pagi hari, menatap pemandangan alam, atau mendengarkan musik relaksasi
  • Lakukan hobi yang sangat ingin kamu kerjakan
  • Jalan-jalan sendiri, karena jalan-jalan sendirian bukan berarti kita sedih ya😄
  • Nonton film. Pecinta drama korea pasti langsung setujuu!

Healing
Photo by Noelle Otto from Pexels

3. Receiving Gifts (Pemberian Hadiah)

Eits, memberi hadiah kepada diri sendiri belum tentu mahal, ya. Coba tanyakan lagi kepada diri sendiri, apa sih yang kita suka? Ada beberapa hal yang bisa kamu coba nih:

  • Book a trip! Bagi yang suka traveling, bisa jadi ini kamu banget. Kita bisa loh menghadiahkan diri kita sebuah solo trip atau bahkan jalan-jalan bareng sama orang yang kita sayang
  • Membeli perlengkapan DIY atau Do It Yourself. Bagi yang suka merajut, melukis, menggambar, dan kegiatan DIY lainnya, kita bisa hadiahkan diri kita dengan perlengkapan ini
  • Beli baju yang nyaman. Terkesan mahal, tapi bisa kok kita akalin supaya kita mampu untuk membelinya dengan cara menabung💪
  • Beli makanan kesukaan yang terlalu mahal kalau dimakan setiap hari😂
  • Booking pelatihan. Daripada mahal beli barang, mending investasi ke diri sendiri, ya nggak?

4. Acts of Service (Cinta dengan Perlakuan)

Sesuai dengan namanya, kita bisa memberikan aktivitas-aktivitas sederhana kepada diri kita. Di bawah ini ada beberapa dapat kamu lakukan:

  • Melakukan terapi tubuh, seperti pijat aromaterapi, totok wajah, pijat refleksi, bahkan creambath di salon
  • Menyambut diri sendiri di rumah, di kantor, atau di tempat lain, seakan kita istimewa disana
  • Membuat jadwal untuk diri sendiri, seperti jadwal untuk mandi, makan, melakukan hobi, tidur siang, dan lain-lain
  • Membersihkan kamar atau ruangan. Setuju nggak sih kalau membereskan kamar ada efek menenangkan tersendiri?
  • Jalan-jalan, mirip seperti yang bisa dilakukan di bahasa cinta Quality Time

5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Bahasa cinta yang ini bukan berarti selalu menyentuh-nyentuh diri kita sendiri ya. Maksudnya dari sentuhan fisik adalah sesuatu yang dapat membuat tubuh kita merasa nyaman atau dapat dikatakan fokus pada kebutuhan tubuh, seperti:

  • Melakukan pijat, seperti yang bisa dilakukan jika memiliki bahasa cinta Acts of Service
  • Berselimut dengan selimut yang lembut, karena untuk sebagian orang, menyentuh permukaan itu bisa menenangkan
  • Berolahraga. Yang olahragawan mananih suaranya~
  • SPA! Asik banget nih, sambil dipijat sama terapisnya, kita bisa mencium harum aromaterapi yang wangi banget
  • Skincare routine, yang bisanya dilakukan ciwi-ciwi di malam hari. Tapi, laki-laki juga butuh loh untuk merawat diri
Photo by Kripesh adwani from Pexels


Perlu diingatkan lagi kepada teman-teman bahwa self-love bukan berarti menjadikan diri kita untuk menghalalkan semua aktivitas di atas sebagai cara kita berlari dari suatu masalah ya. Di Self Compassion, perbaikan di diri kita itu sangat diperlukan. Justru, kita yang mencintai diri kita harusnya sadar bahwa diri ini harus terus berusaha menjadi lebih baik.

Istilahnya kayak lagunya Tulus yang judulnya Jangan Cintai Aku Apa Adanya.

Kebetulan bahasa cinta diri sendiri gue adalah Quality Time nih. Jadi gue sering banget jalan-jalan sendiri, entah makan di restoran sendiri, window shopping sendiri, atau muter-muter kota dengan mobil aja sendiri sambil dengerin lagu dan karaokean. Yang kedua, bisa jadi Acts of Service sih, karena sambil jalan-jalan sendirian, gue suka mampir untuk body atau facial treatment atau creambath ke salon gitu hihi.

Kalau bahasa cinta kalian apaaaa?
Sudahkah kalian memenuhi bahasa cinta kalian?


Referensi :

Comments

  1. Menyayangi diri sendiri berarti menerima diri dgn segala kondisi ya 💕 semoga Allah selalu jaga kita, sehat jiwa dan raga yaa Ibel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Mbak,

      Mungkin lebih tepatnya menerima diri dengan segala kondisi dan mencoba terus melakukan improvement yaa Mbak. Agar tidak ada miskonsepsi seperti menerima diri apa adanya itu sama saja dengan terlalu nyaman dan tidak bergerak :")

      Aamiin aamiin terimakasih sudah main kesini Mbak!

      Delete
  2. Berbicara yang positif dengan diri sendiri yang nampaknya jarang sekali kita temui. Seringnya kita malah berkata yang negatif kepada diri sndiri yaa mbak, hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul Mas, mungkin orang masih menganggapnya itu agak aneh ya karena seperti bicara sendiri. Tapi kalau kita paham caranya, pasti akan berguna.

      Btw salam kenal Mas, terimakasih sudah mampir :)

      Delete
  3. Saya dan pasangan sama-sama Act of services mba Jez, bahasa cinta kami serupa hehehe jadi lumayan gampang untuk kenal apa yang diinginkan diri sendiri dan pasangan :D

    Untuk mencintai diri saya sendiri, ada banyak hal yang saya lakukan tentunya dengan usaha extra hehehehe. Thanks for a good reminder ya mba, untuk saya dan pembaca lainnya agar lebih cinta dengan diri kita <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah glad to know that! Kalau sama berarti nggak perlu usaha ekstra untuk mencari cara lain yang sangat berbeda ya dengan apa yang Kakak suka, toh kesukaannya sama :) hahaha bener nggak sih?

      Yups Kak Eno, pasti dengan usaha yang agak lebih ya dari biasanya, supaya kitanya juga nyaman dengan diri sendiri. Sama-sama Kak! Semangat juga dalam mencintai diri sendiri :)

      Delete
  4. Terima kasih sudah mengingatkan Mbak, mencintai diri sendiri itu perjalanan yang panjang dan harus selalu diingatkan, soalnya terkadang kita sering lupa untuk menghargai diri sendiri. Oiya, aku ikutin kuisnya juga, trims infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak, terimakasih sudah mampir.

      Samasama! Betul sekali, masih banyak sekali orang yang mungkin agak sulit untuk mencintai dirinya . Makanya, kita yang sudah perlahan sadar harus saling mengingatkan.


      Semoga hasilnya cocok ya Mbak dengan dirimu!

      Delete
  5. Kalau aku love languagenya Quality Time, Kak Jez 🤭
    Mungkin karena itu juga, aku jadi suka ketika bisa me time dengan membaca atau menonton film sendirian, dibalik selimut 🤭
    Thank you juga atas remindernya Kak Jez 💕
    Semoga Kak Jez juga bisa selalu memenuhi Love Language untuk self love Kakak 🤗

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiik, berarti harus cari banyak waktu buat diri sendiri yaa Lii. Senang deh kalau ada yang sudah menemukan cara mencintai dirinya sendiri.

      Samasama Li! Terimakasih juga sudah berbagi disini. Aamiin aamiin 😊

      Delete
  6. Receiving gift for my self itu cara yg paling sering sy lakukan. Apalagi kalau sudah capek-capek kerja. Rasanya perlu banget ngasih reward ke diri sendiri buat jajan enak, makan rada fancy supaya diri ini makin semangat nyari receh dan bersyukur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi jadi suka menghadiahkan makanan-makanan enak yaa untuk Mbak sendiri?

      Betul banget, salah satu manfaat mengetahui cara mencintai diri adalah agar kita makin semangat lagi💓

      Delete
  7. Self-love languange ku adalah quality time.
    Yang tidur-tiduran di kasur sambil nonton Netflix, ngedance, naik motor keliling kota atau somewhere place, intinya sendirian, adalah saat yang tepat buat recharge diriku.
    Kadang-kadang receiving gift juga manjur buatku, biasanya aku beli makanan sih, makanan yang mengandung perasaan guilty pleasure, hahaaha..
    kek nasi padang, nasi goreng, atau indomie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Netflix sepertinya ampuh buat teman-teman yang bahasa cintanya itu Quality Time yaa! Wah, Mbak Pipit senang ngedance ternyata😍 keren-keren, siapatau bisa ditekuni nantinya hehehe.

      Nasi padang, nasi goreng, indomie (apalagi yang pakai cabe rawit) itu enak banget sih... sangat bisa membuat mood naik juga ya Mbak hihihi

      Semoga cara-cara itu tetap manjur dalam Mbak mencintai diri sendiri yaa😊

      Delete
  8. kita sama, aku juga quality time. :D
    udah merasa beberapa tahun yang lalu, bahkan pergi kemana-mana sering sendiri. Pergi makan, bioskop, beli sesuatu terbiasa sendiri. Pernah dikira ga punya teman. Tapi malah merasa kalau ini lebih menyenangkan..hhehhehe
    Kalau pun bareng teman, biasanya tidak ramai. Hanya 2-4 orang saja. Kemudian terlibat dalam obrolan yang menarik dan saling nyambung. Jadi ga sekadar ngobrol-ngobrol saja. Setelah obrolan itu, biasanya mendapatkan energi positif lagi....hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Glad to know that! Aku setuju banget kalau masih banyak yang suka bilang aku ngga punya teman atau lagi galau hahaha. Padahal ada feelnya sendiri dan kadang orang lain nggak bisa paham.

      Berarti berkumpulnya dengan orang-orang terdekat saja ya Mas. Obrolan pasti terasa lebih 'intim' dan bisa menjadi diri sendiri.

      Terimakasih sudah berbagi disini Mas😊

      Delete
  9. Self love language ku biasanya main hape dan baca buku yang aku senangi mbak.

    Kadang juga aku beli makanan yang aku suka misalnya klepon atau sejenisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang sekali Mas Agus tau cara menyenangkan diri Mas sendiri😊

      Semoga cara itu terus bisa menjadi cara Mas mencintai diri sendiri yaaa!

      Delete
  10. Bahasanya asik banget dibaca, dan materi tulisannya juga menarik. Jadi lebih tau bagaimana cara menghargai diri sendiri ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Kak! Semoga tips dan caranya bermanfaat ya😊

      Delete
  11. Bahasa cinta yang sederhana, karena cinta itu mudah, akan rumit jika kita tidak siap menerima segala permasalahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, mencintai diri sendiri pun sebenarnya banyak caranya, tapi masih banyak juga yang menghambat kita untuk melakukannya😔

      Delete
  12. mencintai diri sendiri juga dengan menghindarkan diri sifat iri, sombong dan gelisah yang tak menentu. Juga beribadah dengan baik juga termasuk cara kita mencintai diri sendiri, itu menurutku Mbak...
    Terima kasih tips2nya untuk mencintai diri sendiri dari Mbak...
    Yuks tetep semangat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak Dinda. Dengan mengetahui apa yang kita inginkan, kita jadi nggak gegabah dalam mencapai sesuatu. Yup, terimakasih Mbak sarannya😊 Ibadah juga membuat hati kita tenang dan tentram, membuat diri kita lebih teratur, dan itu adalah wujud cinta kita terhadap diri sendiri plus yang menciptakan kita🖤

      Delete
  13. mencintai diri sendiri, kadang terlupakan krn terlalu sibuk utk menunjukkan cinta ke oranglain. kalo aku lebih ke me time, nonton, baca novel disaat anak sudah tidur. sekali waktu juga ngasih reward ke diri sendiri. beli barang incaran, nyalon, menikmati makanan yg utk harian itu berasa mahal. LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya Mbak, kita suka lupa sama diri sendiri kalau udah inget sama orang lain. Wah keren Mbak, manajemen waktunya baik sehingga masih bisa dapat waktu untuk diri sendiri. Semoga me time dan rewardnya tetap berfungsi sebagai bahasa cinta kepada diri ya Mbak!

      Delete
  14. Kalau seperti saya punya anak 4, susah banget dapat waktu seperti ini. Tambah lagi anak2 daring sekarang😭, semakin hilang waktu untuk me time. Pilihan aktifitas di luar pun terbatas sejak pandemi, akhirnya sesekali saya memilih olahraga sendiri atau menghabiskan waktu di dapur buat mood booster. Eeh kok jadi curcol😬. Anyway,Makasih mba ibel buat remindernya😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti sulit untuk membagi waktu ya Mbak, apalagi ada anak-anak di rumah. Aku belum merasakannya sih Mbak, cuma sebagai seorang perempuan aku akan berusaha menguatkan Mbak Fina. Semangat yaa Mbak!

      Memasak di dapur pun bisa banget jadi pelarian yang cepat kalau di rumah Mbak. Olahraga seperti yoga dan zumba sendiri di rumah juga bisa bikin relax. Semoga pandemi ini cepat selesai dan Mbak Fina bisa punya lebih banyak waktu me time di luar rumah yaa Mbak😊

      Delete
  15. Mencintai diri sendiri emang bangun tingkat pede banget sih. Dan aku setuju quality time untuk diri sendiri adalah bentuk love-self paling ampuh, belanja, baca, skinkeran. Apresiasi diri "you did well, congrats!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, berarti bahasa cinta Mbak itu quality time ya. Setuju banget kalau belanja, baca, dan skinkeran bisa bikin mood nambah! Semoga bahasa cintanya bisa terus membuat kita menyayangi diri kita ya Mbak😊

      Delete
  16. Mbak, terima kasih sudah mengingatkan. Aku baru kali ini baca tentang self-love language yang panjang, suka banget. Sejak punya 2 bocah, aku sering disuruh me time sama suami, kadang suka ga tega tinggalin anak-anak di saat aku jalan-jalan sendiri, tapi harus kuakui, setelah pulang kayak habis recharge energi jadi lebih semangat menjalani aktivitas di rumah bersama keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak, terimakasih juga sudah mampir! Hehe, aku belum mengalami tahap itu jadi belum bisa merasakannya.. tetap semangat ya Mbak! Harus pinter-pinter berarti mencari waktu me time untuk seorang ibu😊

      Delete
  17. Artikel mengenai self-love ini memang selalu menarik buat saya. Dan sejujurnya saya baru tau yg perihal self love language ini mbak, hehe. Penting banget buat kita memahami hal hal seperti ini, karena bisa termasuk bagian dari self-acceptance juga kan ya mbak? 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Indah. Tepat banget berarti waktunya aku nulis artikel ini untuk Mbak hihi.

      Betuuul, saat kita berusaha melakukan self-acceptance, ada banyak rangkaian prosesnya. Salah satunya ya si self-love ini yang menurutku sangat-sangat penting. Selain penting, ini kan juga refleksi dari perlakuan kita terhadap orang lain💕

      Delete
  18. Waah materi keren disampaikan dengan cara yang asiikk, duh masyaAllah kece kamu mba! 😍 Jadi banyak tahu macam-macam tipsnya, biasanya hanya me time dengan baca buku, nulis, dan ngajak ngomong hati saat mengerjakan tugas domestik, hihi. Di luar itu alhamdulillaah seringnya ramean soalnya, pergi jalan bareng, nonton film bareng 😄 Makasiy sharingnya, Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ya Mbak! Jangan kapok main ke sini hehehehe.

      Senang mengetahuinya kalau post ini menambah referensi Mbak. Semoga bisa diterapkan di sela-sela tugas domestik nanti☺️

      Delete
  19. Bahasa cintaku apa ya? Yg paling sering sih kata2 sama pemberian hadiah haha... Wah, ini baru "ngeh" karena kadang aku ngejurnal cuma masih bau-bau negatif gitu, misal habis dapat peristiwa ga ngenakin aku tulis, jd kalau baca lagi gitu emang bikin tanduk di kepala tumbuh lagi... berarti harus ubah "angel" mungkin ya..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak! Coba di cek bahasa cintanya Mbak, siapatau nanti jadi ketagihan buat ngelakuin aktivitas di bahasa-bahasa cintanya😊

      Mungkin yang sudah Mbak lakukan itu lebih ke arah meluapkan perasaan yaa. Kalau memang membuat hati jadi tenang, kayaknya nggak masalah untuk dilakukan. Kalau pas baca lagi malah bikin emosi, berarti jurnalnya nggak boleh dibuka-buka lagi🙈

      Iya Mbak, saranku sih bisa ditambah aktivitas jurnaling dengan kata-kata yang menggambarkan afirmasi diri, supaya lebih positif hidup kita. Semogaa berhasil ya Mbak! Dan juga sehat selalu💕

      Delete
  20. bahasa cintaku apa ya? bingung juga nih. Tapi seringnya creambath ato facial bisa banget bikin aku recharge. anyway thanks udah diingatkan untuk memperhatikan diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! Kalau memang belum terdeteksi bahasa cintanya nggak masalah kok, yang penting kita tau aktivitas apa yang bisa melambangkan kecintaan kita terhadap diri sendiri😊 Berarti creambath dan facialnya bisa dilanjutkan hihihi

      Sama-sama ya, semoga berhasil!

      Delete
  21. Mencintai diri sendiri adalah wujud sederhana untuk rasa syukur kita kepada Allah.....selalu menerima diri apa adanya dan tak banyak mengeluh. ... terimakasih mbak sudah berbagi tulisan yang bagus ini,,, saya banyak mengambil pelajaran dari tulisan ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak. Mencintai diri sendiri itu refleksi dari apa yang kita syukuri atas fisik dan psikis kita. Yang pasti juga bisa membuat kita lebih sayang ya ke Tuhan kita😊

      Sama-sama Mbak🙏🏻

      Delete
  22. Iya setuju banget Bel, sesibuk apapun, luangkan waktu menikmati hal yang menyenangkan. Ada lho yang merasa bersalah sudah me time karena merasa ninggalin anak padahal itu perlu untuk kewarasan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya Mbak. Padahal nggak perlu merasa bersalah ya melakukan me time selama masih dalam kondisi dan waktu yang wajar😔 kalau nggak melakukannya bisa-bisa pusing sendirii..

      Delete
  23. Haii Ibeel, makasih remindernya yaaa buat lebih mencintai diri sendiri tuh memang bahasan yang masih cukup sulit dilakukan beberapa orang.

    Terutama poin bicara positif kepada diri sendiri, itu masih jarang banget yaa? Kebanyakan kita lebih sering menghujat diri sendiri pas bikin kesalahan, bukannya memuji atau menenangkan 😆

    Kalo self love language-ku kayaknya quality time dan receivings give kayaknya.. Aku punya kebiasaan kalo setiap ulang tahun, aku akan mentraktir diriku sendiri makan di resto favorit yang cukup mahal untuk sehari-hari, dan beli hadiah barang yang ga aku butuhkan banget tapi bakal bikin happy kalo punya 😆

    Tulisan yang bagus banget Ibel, thank you for sharing 💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Eya! Hihi terimakasih juga ya sudah main kesini😊

      Kurasa sih berbicara positif ke diri sendiri memang masih jarang kita lakukan ya Kak. Masih gampang kebawa negative vibes gitu dari lingkungan sekitar. Padahal kesalahan dengan frekuensi yang wajar ngga apa-apa ya, demi untuk perbaikan diri.

      Waahh, senang mengetahuinya Kak! Asik banget itu kalau sudah punya waktu untuk makan makanan yang enak sendiri dan belanja buat diri sendiri juga! Semoga bisa dilakukan terus yaaa Kak☺️

      Delete

Post a Comment

Other Posts