Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

No More

Hey.

Hari ini, gue nggak galau. Yeay! Tepatnya, gue nggak mau galau. Alhasil, jadilah. Gue menghabiskan waktu gue di pagi hari tadi dengan menimba ilmu. Gue pergi ke sekolah untuk mengerjakan PR dan belajar bersama temen, selanjutnya caw ke tempat les, dan kemudian belajar bersama temen gue yang tadi lagi. Asik banget, walaupun belajar juga.
SCI emang pusing, banyak PR, banyak ulangan, banyak tekanan juga dari guru+anak2 reguler ataupun orang luar. Tapi itu pilihan gue. Sejak SMP, cita-cita gue salah satunya adalah ikut program akselerasi. Dan Alhamdulillah, sekarang tercapai. Tinggal cita-cita gue yang selanjutnya aja yang harus tercapai.

Karena gue masuk SCI, gue harus berpisah dengan teman-teman gue di X IPA C, kelas yang paling solid yang pernah gue temuin seumur hidup gue, kelas yang membernya udah kayak saudara sendiri, kelas yang banyak banget kenangannya walaupun baru setengah semester. Saking kangennya, gue merancang kegiatan khusus X IPA C atau COSINUS, bisa disingkat juga COS. X IPA C adalah sebuah kelas, tapi COSINUS adalah sebuah keluarga besar. Keluarga besar adalah sekumpulan orang-orang yang dapat mengisi satu sama lain dan tidak terpecah belah. InsyaAllah COS cocok dengan sebutan keluarga besar. Dan gue adalah bagian dari COS. Sekali bagian dari COS, selamanya tetap begitu.

Tanggal 12-13 April 2014 kemarin, COS goes to Bandung. Awalnya, kita bener-bener nggak tau mau kemana. Rencananya Dufan, tapi Dufan belum ada promo. Gue muter otak kita harus liburan kemana. Kebetulan, tanggal segitu, kita lagi libur karena kelas XII lagi persiapan UN. Gue nanya bude dan pakde gue apakah gue boleh meminjam rumah mereka yang di Bandung, mereka bilang boleh. Gue seneeeeeeeeng banget. Gue nanya ke anak-anak, eh mereka banyak yang setuju. Kemudian fix kita akan ke Bandung, gue membuat panitia jalan-jalan. Kita ngurus semuanya, dari bus, konsumsi, acara, dana, absen, dan lain-lain.

Anggota COS adalah 40 orang. Awalnya gue kira semua akan ikut, paling 1-5 anak aja yang nggak ikut. Ternyata yang ikut cuma 23 orang... plus 1 orang nimbrung. Sedih banget, ngiranya bakal gagal. Tapi panitia nggak mau nyerah, berapapun anak yang ikut, kita jabanin. Btw, panitia jalan-jalannya ada 6 orang, udah termasuk gue.

Panitia Jalan-Jalan (kecuali yang pake baju merah marun dan kerudung hitam)

Bus nya sendiri gue nyewa Bus Discovery 29 seat, linknya http://www.jakartabuswisata.com. Busnya kece, nyaman banget. Pelayanannya juga oke. Busnya banyak yang baru, dan harganya? Terjangkau. Cek deh bagi yang mau berpariwisata dengan kualitas terjamin dan harga murah! Untuk konsumsi... itu bude dan nyokap gue yang ngurus. Mama tiba-tiba jadi rajiiin banget ngebantu-bantu gue ngurusin acara ini. Seneng banget sampe terharu:')

Untuk dana, kita nggak minta banyak, sekitar 200rb-an lebih dikit lah. Itu udah termasuk murah untuk bus bolak balik+kemana aja yang kita mau, tip driver, uang tol, konsumsi 3kali prasmanan, tip pembantu dan biaya tak terduga. Itupun kalo lo mau gila-gilaan nyari harga yang paling murah dan nelpon sana-sini. Daripada Dufan 250rb baru masuk doang... Eh, sama gratis makan siang sekali deng. Kalo absen, setiap panitia bertanggung jawab atas beberapa anak, kira-kira 4-5 orang. Dengan begitu, nggak ada yang keteteran.

Awalnya gue kira orangtua murid pada nggak setuju sama acara ini. Taunya, nggak ada yang protes hehe. Mama udah takut-takut kalo aja ada orangtua murid yang meminta pertanggungjawaban gue atas acara ini. Acara ini lumayan besar, nggak cuma acara kecil-kecilan kayak makan-makan di kafe, jalan-jalan ke mall, atau sekedar nongkrong biasa. Ini ke Bandung, ke kota orang dan jauh dari orangtua.

Daripada satu post ini kepanjangan, mending nyeritain perjalanan dari berangkat sampe pulangnya di post selanjutnya aja. Dadah!


Xoxo

Comments

Other Posts