Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

A Wood With You

Kita pernah berjalan beriringan.
Di suatu hutan, berdua bersamaan.
Saat kamu tertinggal, kan kutuntun kau untuk bersamaku sejalan.
Saat aku lelah, tidak kau paksa aku untuk berlari, namun berjalan perlahan.
Saat kita berbalik dan berbelok arah, satu sama lain mengingatkan.
Kau waktu itu ada di sampingku, setia memandang ke arah yang sama denganku.
Kau bilang langit tidak akan lagi biru jika aku berhenti melangkah bersamamu.


Memang, langit tidak akan pernah berjanji untuk tetap biru.
Petir datang, awan gelap menghadang matahari untuk memancarkan sinarnya.
Disitu kamu berhenti. 
Berhenti melangkah.
Kukira kamu akan berteduh sejenak agar kita tidak kehujanan.
Kau dudukkan aku di bawah susunan ranting membentuk atap.
Ya, aku kering, namun kau terobos hujan, lari kemudian menghilang.
Kau biarkan aku di dalam hujan, dan kau pergi seakan akan hujan tidak berbahaya untuk kita.
Bukan kita. Kamu.
Hujan tidak berbahaya untuk kamu.
Batang-batang tinggi menjulang dan ranting-ranting berjatuhan.


Basah. Lembab. Resah. Gelap.
Selamat, kau telah meninggalkanku dalam pekat.


Xoxo

Comments

Other Posts