Skip to main content

Newest Post

Are You A Corruptor?

Apakah lo seorang koruptor? Photo by  cottonbro  from  Pexels Dari pertanyaan di atas agaknya kita langsung berpikir, "Loh saya nggak pernah pake uang orang," atau "Saya nggak mungkin jadi seperti para tikus berdasi di luar sana," dan macam-macam pikiran bersamaan dengan keterkejutan lainnya. Eits, tunggu dulu. Gue akan bocorkan hint dari konteks penulisan gue hari ini. Gue tidak akan membahas politisi-politisi yang melakukan korupsi di luar sana karena sejujurnya gue juga nggak suka membahasnya.  Gue akan membahas korupsi-korupsi kecil yang mungkin nggak kita sadari sudah mendarah daging di sekitar kita. Hal yang perlu kita pahami kemudian adalah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Korupsi kecil ternyata juga bisa berdampak besar. Korupsi, tapi Bukan Tentang Uang Kita hidup di negara yang penuh dengan peraturan, regulasi, norma, dan adat baik tertulis maupun tidak tertulis. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang hidup di atas negeri ini mematuhi

Organizing My Memory Boxes

Pernah nggak kalian menyimpan tiket nonton bareng sama mantan 5 tahun yang lalu?

Atau menyimpan gelang nonton konser sama teman jauh waktu kalian masih kecil?

Terus, sekarang masih punya kartu ucapan ulang tahun dari SD sampai udah kerja?

Kalau jawabannya iya semua, kita sama! 😝

Gue adalah kolektor barang-barang kenangan dari jaman gue masih SD sampai sekarang. Entah itu kertas yang isinya surat-suratan sama temen gue, tiket nonton konser anak sekolahan, gelang yang dikasih teman, tiket pesawat atau kereta api saat trip yang seru banget, tiket bioskop bareng mantan, daaan banyak lagi.

Dulu, gue kira gue aneh saat gue menyimpan barang-barang itu dalam satu kotak yang gue sesuaikan ukurannya dengan banyaknya kenangan. Ternyata, saat gue coba share di Instagram, ada aja teman gue yang melakukan hal yang sama. Hooray, gue nggak sendirian.


Photo album
Photo by cottonbro from Pexels

Kebetulan barang kenangan waktu SD gue gabungkan dengan SMP, jadi kotak nya berukuran cukup besar. Sedangkan barang kenangan masa SMA dan kuliah punya kotak sendiri-sendiri. Boksnya itu biasanya berasal dari kardus bekas aja, entah dari kardus bekas air mineral, kertas HVS, dan lainnya.

Karena gue baru lulus kuliah awal tahun lalu, gue belum punya lagi nih kotak untuk barang-barang kenangan setelah lulus. Lebih tepatnya, belum banyak barang-barang yang bisa gue simpan di satu kotak sepanjang 1,5 tahun ini.

Alasan Di Balik Kotak Kenangan

Gue adalah orang yang senang bernostalgia, namun gue tidak terjebak seperti lagunya Raisa ya 😌. Gue senang banget mengulang memori tentang saat-saat gue melakukan sesuatu. Untuk mendukung kesenangan gue tersebut, gue memutuskan untuk menyimpan barang-barang yang menurut gue memiliki kenangan yang spesial buat gue.

Ada perasaan yang unik, yang nggak bisa diungkapkan saat gue membuka lagi kotak kenangan gue. Dari senyum-senyum sendiri, tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, atau mungkin malah berusaha menghubungi orang yang terkait dengan barang kenangan itu.

Memory box
Photo by Josh Hild from Pexels

Sejauh ini, belum ada barang kenangan yang gue simpan yang membuat gue sedih. Ya buat apa kita menyimpan barang yang membuat kita sedih, ya nggak sih? Jadi, kotak kenangan itu selalu membuat gue senang dan 'traveling' ke masa lalu saat gue membukanya. 

Sayangnya, makin hari memori di otak pasti makin terisi oleh hal-hal yang didapatkan ketika dewasa. Banyak waktu dimana gue udah sulit mengingat hal-hal seru di masa lalu karena sudah dipusingkan dengan masa sekarang. Padahal, kita yang sekarang juga hidup dari apa yang telah kita hadapi dulu.

Jika dibandingkan dengan masa yang sekarang, dimana semua hal bisa dijadikan 'maya' oleh manusia, jujur, memang banyak sih memori-memori yang sudah tidak tersimpan dalam wujud fisik, melainkan foto, video, atau catatan di HP.

Tapi rasanya tetap beda.

Saat tangan gue menyentuh sebuah benda yang memang memiliki arti tersendiri buat gue, pasti ada perasaan yang lain. Dari teksturnya, bagaimana barang tersebut mulai lapuk, tulisan-tulisan di kertas yang mulai luntur, baunya yang mulai didominasi oleh bau kardus, dan lain-lain.

Barang yang Ada di Kotak Kenangan

Kalau membahas apa yang ada di kotak kenangan gue, wah, banyak banget! Dari yang pritilan sampai barang yang terpaksa ditaruh di luar tapi nggak boleh jauh-jauh dari kotak kenangan (karena takut hilang!).

Barang-barang kenangan untuk setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda dalam menyimpannya. Ada yang punya klasifikasi tersendiri dan harus dipisah-pisahkan, ada yang cuma menyimpan foto cetakan aja,  ada yang melaminating, dan banyak lagi.

Di bawah ini ada beberapa barang yang mostly memenuhi kotak kenangan gue dari jaman SMP sampai kuliah lalu.

1. Boarding Pass Pesawat atau Kereta Api

Biasanya kalau ada trip seru, entah ke luar negeri atau jalan-jalan ke kota lain di Indonesia yang menggunakan pesawat, gue pasti simpen boarding pass-nya. Begitu pula dengan naik kereta api ke luar daerah, gue mengusahakan untuk tidak menghilangkan boarding pass yang bisa berupa cetakan dari  mesin self check in atau dikasih petugas di check in counter bandara.

Memories
Photo by Taryn Elliott from Pexels

Gue suka memasukkan boarding pass ke dalam selipan tas agar saat gue mengambil sesuatu dari dalam tas, boarding pass-nya tidak jatuh atau tertinggal. Waktu gue selesai trip  a.k.a sudah bisa selonjoran di rumah sendiri lagi, gue akan cepat-cepat memasukkannya ke dalam kotak kenangan.

Eits, walaupun waktu kuliah gue anak rantau, bukan berarti setiap tiket pesawat untuk bolak balik Jakarta dan kota rantauan dihitung ya. Kalau itu mah, nanti menuh-menuhin kotak kenangan aja 😂.

2. Tiket Bioskop dengan yang Terkasih

Dulu pernah, gue membuat prank kepada teman-teman gue bahwa gue menghilangkan sekitar 15 tiket bioskop setelah membeli tiket. Akhirnya kita harus mencari hampir ke setiap sudut lantai tempat bioskop itu berada.

Konyolnya, teman-teman gue bener-bener percaya kalau gue ngilangin tiketnya😜. Entah akting gue yang bagus atau emang mereka yang terlalu polos hahaha.

Photo by Nathan Engel from Pexels

Nah, kenangan-kenangan yang kayak gitu bisa muncul saat gue melihat kembali tiket bioskopnya di kotak kenangan. Ada aja ceritanya. Begitu pula dengan tiket bioskop dengan orang yang dulu pernah jadi teman menjadi budak cinta. Walaupun sudah tidak ada rasa, tapi kenangan manis lah yang muncul dan gue bersyukur masih bisa mengingat itu semua.

3. Kartu Ucapan Ulang Tahun

Mama gue punya banyak teman yang perhatian dengan gue semenjak gue kecil. Setiap gue ulang tahun, ada aja yang suka memberi hadiah kecil-kecilan, even sampai sekarang saat gue udah bekerja. Setiap kartunya itu gue simpan di dalam kotak kenangan.

Photo by Giftpundits.com from Pexels

Dulu, saat Eyang dari Bapake masih ada, Eyang suka menuliskan ucapan ulang tahun di secarik kertas lawas yang warnanya agak kecoklatan, dengan tulisannya yang sangat khas. Kertas tersebut kemudian dimasukkan ke amplop putih kecil dan pasti diselipkan uang di dalamnya sebagai hadiah. Duh, kangennya.

Terlepas dari pihak-pihak di atas, Mama gue pun suka banget memberikan gue kartu ucapan ulang tahun saat gue ulang tahun. Biasanya, Mama menyelipkan kartu tersebut di hadiah yang diberikan ke gue. Lucunya, kalau adik gue ngasih hadiah ke gue, kartu ucapannya yang buat juga Mama gue. Akhirnya, semua kartu ucapan itu gue simpen, padahal tulisannya dari Mama semua 😂.

4. Barang dari Acara yang Seru

Poin ini sebenarnya merangkum dari banyak barang yang gue simpen di kotak kenangan. Ada tiket nonton konser yang bisa berupa gelang, name tag, tiket kertas, sticker, dan banyak lagi.

Ada juga kotak yang pernah gue dapatkan saat gue pelatihan di kampus. Setiap ada pelatihan di kampus, panitia dari pelatihan pasti akan menyiapkan kotak untuk diisi oleh teman-teman peserta yang tidak mengikuti pelatihan agar peserta lebih semangat. Ada yang mengirimkan makanan, tulisan penyemangat, bahkan surat cinta wkwkw.

Photo by Harrison Haines from Pexels

Name tag saat gue menjadi panitia sebuah acara juga banyak gue simpen di kotak kenangan. Name tag itu mengingatkan gue bahwa gue pernah menjadi bagian dari sesuatu yang besar dan punya banyak orang yang bisa diajak bekerjasama.

Barang-barang lainnya bisa berupa oleh-oleh dari orang terkasih, hadiah ulang tahun, foto-foto yang dicetak, surat-surat dari teman, buku catatan saat ospek, daan masih banyak lagi yang bahkan gue aja lupa ada di kotak itu.

Kalau di list barusan, keliatannya sedikit ya barangnya. Tapi karena itu dilakukan berulang-ulang, jumlah barangnya yang banyak! 

Posisi kotak-kotak tersebut pun gue jaga dengan baik agar kalau ada dus-dus besar lainnya, kotak kenangan gue nggak ketimpa.

Disini ada nggak yang suka koleksi barang kenangan juga? 

Comments

  1. Jujur saja. Mempunyai kotak kenangan memang seru. KIta jadi bisa flashback ke masa lalu. Sayangnya, aku nggak menyimpan kotak kenanganku kak.

    Andai aku menyimpannya, mungkin akan banyak foto, karcis masuk wahana wisata, tiket kapal laut dan lainnya. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak, makanya aku tetap mempertahankan kotak kenanganku walau berkali-kali sempat dikira sampah sama orang-orang rumah karena bentuk kardusnya yang udah bekas🤣

      Ngga apa-apa Mbak, mungkin mengulang memorinya bisa lewat media sosial atau galeri HP ajaa hihi

      Delete
  2. Saya punya mba, tapi dari jaman sama si kesayangan saja. Kalau yang dulu-dulu sudah musnah 🤣

    Isinya pun mirip sama mba Jez, ada boarding pass, foto perjalanan terus tiket bioskop dan surat-surat. Maklum dulu LDR jadi sering kirim surat lewat Pos meski ada handphone hahahaha. Oh dan simpan postcard, karena setiap trip, kami kirim postcard ke rumah 😆

    Seru ya bisa simpan barang kenangan dan betul kata mba Jez, saat dibuka, rasanya seperti diajak balik ke masa itu dan sometimes sukses membuat saya tertawa hahahaha 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaahh, kalau sudah ada partner seperti Kak Eno dan Kesayangan, pastilah aku simpan semuanya Kak🤣 seru banget kalaumenyusuri waktu-waktu dulu berduaan pasti🥰 kalau yang 'dulu' memang nggak enak buat disimpen, berarti memang layak untuk dimusnahkan hahahah

      Waahh seru juga ada postcard Kak. Apalagi kalau dari setiap negara yang berbeda, kita saling bertukar postcard yang baru lagi. Mungkin itu kotak kenangan Kak Eno penuh dengan tiket pesawat yang udah lama kali ya, kan bandara sudah bisa dibilang menjadi rumah keduanya Kak Eno kalau kubaca dari postingan kakak yang dulu-dulu🤣

      Hahaha feelingnya itu yang nggak bisa digantikan oleh apapun kan yaaa

      Delete
  3. Aku sih nggak banyak nyimpan kenangan berupa tiket bioskop atau tiket perjalanan, tapi beberapa kayak foto, surat, itu ada dan disimpan. Bener lho, kak, kalau suatu waktu kita buka si kenangan ini berasa 'traveling' lagi ke masa-masanya. Terus nyadar, deh, betapa cepatnya waktu berlalu, betapa gue udah besar sekarang, betapa banyak hal-hal yg udh dilewati meski dalam kurun waktu yg begitu singkat🤧😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, foto akan selalu jadi primadona di kotak kenangan setiap orang mungkin yaaa. Pasti bikin senyum-senyum dan ketawa sendiri ya Awl? Apalagi sadar kalau kita udah berhasil melewati waktu antara kenangan tersebut hingga titik ini🥰

      Delete
  4. Aku juga punya Kak Jez 🙈. Isinya hampir 100% mirip sama kepunyaan Kakak. Yang paling banyak isinya tiket bioskop dari tahun 2009 sama kartu ucapan ulangtahun 🤣
    Tapi awal tahun ini aku declutter dan pilih apa yang benar-benar ingin aku simpan. Sisanya aku foto-fotoin aja sebagai kenang-kenangan karena lama-lama ternyata tiket bioskop memudar juga tulisannya 😂 walaupun memang sensasi memegang fisik dan digital tentu berbeda wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sehati deh Li~

      Wah bisa jadi masukan sih. Nggak mungkin selamanya aku harus nyimpenin hal-hal pritilan yang sebenarnya bisa kita foto aja ya, soalnya bisa bikin tumpukan barang dan jadinya berantakan. Ya kaan, feelnya itu pasti beda kalau memegang langsung🤣

      Delete
  5. #Minder..

    nggak punya Alfiya 🤣🤣🤣 Yang ada yang kayak begitu saya buangin... Menuh menuhin tempat 🤣🤣

    Nggak ikut komentar ahh 🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha apakah ini yang dinamakan wanita itu terlalu menggunakan perasaan, sedangkan laki-laki banyak berlogika? *duarrr

      Apapun alasannya, yang penting nyaman aja Mas Anton~

      Delete
  6. Wahh sama nih kita mbak, hihi, saya suka banget nyimpen barang-barang beginian, apalagi tiket bioskop, udah gak tau lagi berapa jumlahnya. Kadang suka riweh kalau mau pindah rumah tapi, karena saya gak terlalu pinter supaya penyimpanannya rapi gitu, mungkin harus dikelompokkan per barang ya? 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kita senasib Mbak, akupun masih berantakan kalau udah dimasukkan ke kotaknya. Belum ada waktu untuk ngeberesinnya hehehe

      Mungkin juga bisa dikelompokkan berdasarkan tahun, karena kalau saya pribadi merasa biar lebih berurut ingatannya. Tapi berdasarkan jenis barang juga ide yang bagus, terimakasih loh Mbak!

      Delete
  7. Aku punya mba..
    Nyimpenin surat2 alm papa waktu tugas keluar negeri jaman aku belum lahir hahahaha..
    Karena papa udah ga ada jadinya aku sekarang makin seneng nyimpen..
    Kenang2an alm papa yg ga mungkin terulang.. 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah, sangat memorable ya Mbak, apalagi kalau melihat tulisan-tulisan papanya dulu. Semoga bisa menyembuhkan rasa kangen yaa Mbak :)

      Delete
  8. Akkk, dulu aku suka banget ngumpulin barang kenangan, sampai sekarang lemariku masih ada pernai pernik lucu, sama banget sepertimu, terus diledekin pemulung hihi tapi sekarang aku sedang menata rumah dan hidup minimalis,jadi nggak beli pernak pernik lagi, yang kurasa tak perlu akhirnya dilepas semacam surat dll..beraat tapi harus...rasanya lega...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe diledekin karena barangnya kebanyakan yaa Mbak xD tapi nggak apa-apa, toh kita senang melakukannya.

      Benar juga sih, hidup minimalis harus serba praktis dan efektif ya, bahkan dari menyimpan barang pun. Ngga apa-apa Mbak kalau ada prioritas yang lebih penting hihi

      Delete
  9. Aku suka ngumpulin surat, foto dan kartu pos dari teman-temanku. Kartu pos koleksi mama pun sekarang aku yang simpan karena mama decluttering Mulu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Mamanya turun ke Mbak Nailah semua yaaa.. Hehe hitung-hitung menambah koleksi barang-barang tempo doeloe :)

      Delete
  10. Kagak mahir mba ngumpulin barang kenangan heheheh. Foto2 anak-anak saat bayi aja, pada hilang bersama dengan rusaknya hp😭 sedih banget kehilangan momen, sepertinya harus belajar filing sama mba ibel ni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha yang penting memorinya masih terekam baik juga Mbak diingatan. Kalau memang dirasa merepotkan, nggak juga nggak masalah. Takutnya kalau dipaksain disimpen semua malah memberatkan :)

      Tapi kalau mau menyimpan barangnya, berarti harus diniatin terus ya Mbak xD

      Delete
  11. Sama banget Mbak Ibel! Aku cenderung nulis di diary. Tiket + boarding pass pertama naik pesawat, tiket konser pertama, terus gelang persahabatan pas SMP aku tempel di buku..tapi kalo barang-barang mantan aku buang sih...hahahah...buat boarding pass, karena sekarang cuma nunjukin HP aja, aku biasanya nggak cetak..trus mungkin karena sering bolak balik jadi nggak pernah lagi nyimpen..aku simpennya sekarang foto aja di album sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi aku ada temennyaaa! OMG, gelang persahabatanku bahkan udah hilang semua hahaha:") kalau barang dari mantan kayaknya emang nggak perlu disimpen Mbak kalau udah nggak bermanfaat hahaha xD

      Sekarang udah gampang ya Mbak kalau simpan fotoo, sudah ada telepon genggam yang canggih-canggih hehe

      Delete
  12. Aku punya satu kotak yang isinya barang2 kenangan dan spesial, kayak tiket kereta, tiket konser sampai tiket bioskop yang filmnya spesial 😆 Ga banyak isinya soalnya memang yang disimpan yang kenangannya spesial aja wkwk..

    Sama ada sobekan kertas isinya tulisan dari crush SMA aku dulu. Walaupun perasaannya udah beda, tapi masih aku simpan soalnya lucu kalau diinget2 ceritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menyimpan tiket kayak gitu yang keinget tuh pasti momen-momennya kan yaaa? Bahkan bikin kangen..

      Ah, setuju banget! Aku pun masih ada, karena biarpun udah nggak suka sama orangnya, tapi kalau diinget-inget bisa bikin ketawa yaaa xD

      Delete
  13. Wah beneran I'm not alone 😆 tapi mungkin aku sampai pada level 'kebablasan', contohnya dalam hal menyimpan catatan harian yg terlalu detail (di antaranya tentang mantan), dgn emosi yg terlalu dalam. Rupanya hal itu gak baik buatku, karena yg kurasakan, hal itu menghalangi datangnya peluang2 baru yg lebih baik. Pada akhirnya, catatan2 yg sudah kutulis bertahun2 dan jumlahnya bisa ratusan halaman, itu harus kubuang. Setelah membuang semuanya, hidupku terasa lebih cerah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, senang deh Mbak kalau 'membuang' hal-hal tersebut malah membuat Mbak makin positif. Kadang ada aja yang membuat kita stuck dengan kenangan jadi kita nggak bisa move on hihi.

      Semoga kita selalu terhindar dari hal seperti itu yaaa

      Delete
  14. Seru ya mba punya kotak kenangan. Aku suka ngumpulin mainan kayak puzel ato tazoz (bener ga sih nulisnya?) waktu zaman kecil. Dan ternyata sekarag masih awet dan dimainin sama anak aku. bangga aja sih, kayak wah aku bisa rapih juga hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga dulu sempat mengkoleksi tazos! Tapi waktu masih kecil banget juga siih... Walaupun nggak tau itu gambar apa, tapi seneng aja gitu lihatnya karena warna-warni hihi.

      Berarti lama jugaa ya Mbak masa simpan barang koleksi ituu.. Nanti sekalian diceritain mungkin Mbak perjuangan mengkoleksi tazosnya, harus makan snack-snack bermicin duluuu xD

      Delete
  15. Aku ga punya nih kotak kenangan, cuma ada diari wkwkwk. Diarinya itu bareng-bareng diisi sama temen se geng jaman SMP dan sekarang diarinya di aku. Ah itu kalau dibaca lagi ngakak wkw, sama kaya mba kalau liat berasa nostalgia.

    Wah harusnya aku ikutin ya nyimpen-nyimpen barang ginian. Sejauh ini yang aku simpen itu tiket konser dan cuma foto tapi di Google Photos hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah unik banget, diarinya dipindahin bergilir gitu nggak, Mbak Ori? Aku juga punya buku tulis yang kembaran sama teman-teman SMP-ku dulu sih, tapi nggak ada isinya xD

      Hihi iya, ada sensasi tersendiri soalnya menyimpan barang-barang gitu Mbak. Kalau foto, aku juga tetep punya banyak di Google Photos

      Delete
  16. ibel, aku ga pernah nyimpen tiket atau boarding pas. Padahal dulu sering naik kereta. Tulisan di tiket kereta itu kualitasnya buruk dan cepat luntur. Jadi mendingan ga usah disimpan.

    Tapi aku masih nyimpen kartu pos dan beberapa surat. Jadi dulu kami beberapa kali berkirim surat. Meskipun sudah ada hp, tapi rasanya berkirim surat itu lebih seru dan berasa.haha
    kemudian aku punya belasan kartu pos. beberapa dapat kiriman dari temanku, beberapa dapat dari jejaring postcard. Terkadang aku juga baca pesan-pesan yang ditulis di postcard tersebut.

    oyaa, kemarin aku dikasih surat yang ditulis ibuku pada tahun 1982. suratnya masih terbaca dengan baik. Kata beliau suruh di fotocopy dan disimpan...hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah benar juga mas, ada beberapa tiket keretaku yang sudah luntur. Tapi sayangnya masih aja aku simpan hahaha. Mungkin nanti saatnya aku decluttering kali yah untuk mengurangi barang-barang yang udah nggak berguna.

      Postcard memang barang yang spesial sih, apalagi kalau ada isi dari orang-orang terkasih. Kalau bisa malah terus disimpan supaya nanti masa-masa bernostalgianya makin mengesankan :)

      Wow sudah cukup lama bertahan yaa kertasnya ituu.. Dilaminating juga bisa tuh mas, supaya fisik aslinya terus terjaga hehehe

      Delete
  17. aku dulu juga punya, Mbak...namun setelah berpindah mengikuti suami , dan barang2 itu masih tertinggal di rumah orang tua akhirnya berantakan karena kamar dipakai orang lain. Namun ada beberapa yang terselamatkan...klo saya udah usia 55 jadi itu barang2 sudah bernilai sejarah...hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aah, mungkin kalau sudah berkeluarga, barang-barang kenangan sudah mulai terganti dengan barang yang lebih penting fungsinya yaa Mbak. Tapi syukurlah masih ada yang bisa terselamatkan, supaya sewaktu-waktu bisa untuk mengenang masa lalu hihi

      Barang-barangnya sudah dapat kategori bersejarah yaa Mbak saking udah lamanyaaa xD

      Delete
  18. Halo kak Alfiya. Kalo barang kenangan saat masih sendiri paling aku hanya punya komik Jepang seperti Doraemon atau novel Wiro sableng. Kalo barang seperti tiket tak ada soalnya belum pernah masuk bioskop atau naik pesawat. Maklum kota kecil.

    Waduh iseng juga kak Alfiya bilang tiket bioskop nya bilang, mana teman-temannya langsung percaya saja.🤣

    ReplyDelete
  19. Ibell, akhirnya aku sempat main-main lagi ke sini :D

    Duh akuuuu banget deh ini! Segala macam bentuk kenangan suka disimpan sampai akhirnya numpuk. Karena beberapa kali harus pindah rumah, mau nggak mau kotak kenangan yang pernah kusimpan di masa sekolah harus dibuang. Tapi yang sampai hari ini nggak pernah kubuang (dari zaman kuliah) itu adalah surat tangan maupun kartu ucapan dari sahabat dan keluarga. Rasanya nggak tega harus dibuang, karena surat tersebut sangat berarti buatku. Terus, aku juga masih menyimpan tiket ke Disneyland pertama kali bareng kedua adikku dan suami (yang waktu itu masih jadi pacar XD). Pas jadi ibu, aku sempat numpukin semua art crafts anakku. Nggak tega dibuang karena alasan sentimentil. Waktu beberes kemarin ini, akhirnya aku merelakan karya tersebut dan menyimpan yang benar-benar spesial aja. Sisanya difoto aja 😁 aku takut numpuk barang sentimentil, entar kena omel Tante Kondo wkwkwk

    ReplyDelete
  20. Karangan yang bagus mba, saya ngga punya kotak kenagan sih haha~

    ReplyDelete
  21. Uwaaaaaw, saluuuut mba hahahahaha. Aku sama kayak mas Anton, ga ngumpulin barang2 kenangan begitu :D.

    Kecuali buku yaaa. Kalo ada buku pemberian dari siapapun, termasuk mantan, pasti aku simpen Ampe skr. Selain itu, bhaaaay hahahaha. Even brg2 kenangan kayak boarding pass, tiket nonton dll yg pas Ama suami, aku jg ga nyimpen :p. Untuk kenangan begitu aku LBH suka dlm bntuk foto sih. Naaah kalo itu komplit, dari sejak pacaran Ampe skr. Walopun kebanyakan foto2 kami traveling yg aku bikinin album

    ReplyDelete
  22. Aku juga ngumpulin! Buku diari pas aku masih SD pun ada. Ya ampun pas dibaca ulang tuh malu-maluin banget 🤣🤣🤣 Tapi kaya tiket bioskop gitu cepet pudar tulisannya. Mungkin aku bakalan masukin itu ke barang2 yang akan aku setor ke bank sampah deh kalau tulisannya sudah pudar hihihi Biar ga penuh-penuhin tempat...

    ReplyDelete

Post a Comment

Other Posts